Tuesday, December 13, 2011

WUDHUK YANG SEMPURNA SERTA DOA-DOANYA


 
Setiap wudhuk yang disertakan dengan doa-doa adalah wudhuk yang paling sempurna seperti kehendak beberapa hadith Rasulullah SAW yang menjanjikan darjat serta kelebihan disisi Allah SWT.
 
Diantaranya ialah riwayat yang shahih yang bermaksud:
"Sesiapa yang berwudhuk serta memperelokkan wudhuknya maka gugurlah semua dosanya dari anggota wudhuk itu"
Memperelokkan wudhuknya bererti menyempurnakan rukun-rukunnya dan memeliharakan sunnah-sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Oleh itu haruslah kita jangan memperkecilkan perkara-perkara sunnah itu dengan berkata iannya hanyalah sunat sahaja, kita rasakan!. Alangkah ruginya kita jika kita beranggapan sedemikian.
 
Jika kita rasa terlalu sukar untuk beramal sedemikian, elok lakukan secara sedikit demi sedikit untuk melatihkan membaca doa-doa tersebut. Pada minggu pertama, latihkan membaca doa membasuh muka, Pada minggu kedua, latihkan membaca doa membasuh tangan dan sehingga minggu seterusnya habiskan doa-doa yang akan diterangkan nanti. InsyaAllah setiap minggu satu doa dibaca dan akhirnya lengkaplah bacaan doa-doa ketika mengambil wudhuk. Perpatah melayu berkata "Hendak seribu daya, tak hendak seribu alasan".
 
Sunat-Sunat Wuduk
 
Perkara-perkara yang disunatkan ketika berwuduk:-
1.     Membaca "Bismillah".
2.     Membasuh kedua tangan hingga kepergelangannya.
3.     Bersugi atau mengosok gigi.
4.     Berkumur serta menghisap air ke dalam hidung, kemudian mengeluarkannya.
5.     Menyelati anak-anak jari kaki dan tangan serta janggut yang tebal sehingga rata.
6.     Menyapu air pada bahagian kepala.
7.     Mendahulukan anggota kanan dari yang kiri.
8.     Mengulang tiga kali setiap basuhan pada tiap-tiap anggota wudhuk..
9.     Mengadap kiblat dan membaca doa selepas wuduk. 
DOA SELEPAS WUDUK
 
 
   10. Doa-doa Ketika Mengangkat Wudhuk.
     
        a.
Bacala "Bismillah".

        b.
Doa lindung dari Syatan.
DOA LINDUNGI DARI SYAITAN
 
 
DOA-DOA KETIKA MENGANGKAT WUDHUK
 
a.Ketika Hendak Basuh Tangan:
 
 
b.Ketika Hendak Berkumur:
 
 
c.Ketika Menghisap Air Ke Dalam Lubang Hidung.
 
Ertinya: "Ya Allah ya TuhanKu! Adakanlah untukku bau syurga dan Engkau redha padaku.
 
d. Ketika Mengeluarkan Air Dari Lubang Hidung.
 
 
e. Ketika Basuh Muka.
 
 
f. Ketika Basuh Tangan Kanan.
 
 
g. Ketiga Basuh Tangan Kiri.
 
 
h. Ketika Basuh Kepala.
 
 
i. Ketika Basuh Telinga.
 
 
j. Ketika Basuh Kaki Kanan.
 
 
k. Ketika Basuh Kaki Kiri.
 
 
Mengenai Membasuh Leher
 
Sesudah menyapu kedua-dua telinga, ada orang yang suka pula menyapu lehernya dengan air yang baru memandangkan Hadiths Nabi Muhammad SAW yang sabdanya:
"Menyapu leher adalah mennyelamatkan daripada rantai neraka pada hari kiamat".
Hal ini diriwayatkan oleh Abu Mansur Ad-Dailami dari Umar (Hadith Dhaif). Demikian seperti diterangkan dalam Kitab Ihya' Ulumiddin Imam Al-Ghazali r.a
 
Sesiapa yang ingin melakukan, eloklah semasa menyapu leher itu membaca sedikit doa yang biasa diamalkan:
 
 
Moga-moga para pembaca dapat memulakan wudhuk yang sempurna ini. Dipermudahkan menghafal dan mengingatkan terjemahan doa-doanya sekali.
 
Sekian, Wasallam.

MAKSIAT YANG MENGHANCURKAN



Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan maksiat sangat berbahaya bagi hati dan pisik di dunia dan akhirat. Maka siapa saja yang masih hidup dengan bergelimang maksiat, hanya akan merusak kehidupannya, dan mencelakakannya di dunia dan akhirat. Perbuatan maksiat akan mempunyai pengaruh buruk, seperti :
Pertama, diharamkan memperoleh ilmu, hal ini seperti diungkapkan Imam Malik, yang pernah terkagum-kagum dengan kecerdasan Imam Syafi'i yang masih muda, memiliki ketajaman otak dan kesempurnaan pemahaman terhadap Islam. Saat itu Imam Malik mengatakan, "Aku melihat Allah telah meletakkan cahaya dalam hatimu, karena itu jangan kamu padamkan dengan kegelapan maksiat", ungkapnya.
Imam Syafi'i, yang alim dan zuhud dalam hidupnya itu, menguntai bait-bait kata, yang menggambarkan pengalaman peribadinya.
"Saya mengadu kepada guru ‘Waqi' tentang mutu hafalanku yang buruk, Maka ia mengarahkan agar aku meninggalkan maksiat, Ia berkata, "Ketahuilah, ilmu adalah kemuliaan, dan kemuliaan Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat", ucapnya.
Kedua, diharamkannya mendapatkan rezeki. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba diharamkan dari rezeki karena maksiat yang ia kerjakan". Orang-orang yang maksiat dijauhkan dari rezeki. Karena, ada ahli maksiat mendapatkan rezeki, yang mungkin bisa jadi banyak, tapi ketahuilah rezeki itu, tidak akan pernah mendatangkan keberkahan dalam hidup si ahli maksiat. Justru rezeki yang didapati itu, semakin membuat si ahli maksiat terperosok ke perbuatan durjana dan kekafiran. Sebaliknya, perbuatan ketakwaan kepada Allah mendatangkan rezeki, dan berapapun rezeki yang didapatkan itu akan mendatangkan keberkahan bagi orang yang takwa, dan dapat mengantarkan kemuliaan disisi-Nya.
Ketiga, seorang yang melakukan maksiat akan menemukan perasaan terasing, antara si pelaku maksiat dengan Allah Azza Wa Jalla. Tidak mungkin orang-orang yang telah pekat dengan maksiat dapat taat dan tunduk kepada Allah Robbul Alamin. Ia akan menjadi hamba setan, dan ia akan menjadi terasing. Keterasingan itu tidak akan bisa diganti dengan segala bentuk kenikmatan apapun di dunia ini. Semua jenis kelezatan di dunia disatukan, maka tetap tak akan dapat memberi kepuasan dalam dirinya. Ia akan sangat sengsara dalam hidup. Seorang ahli makrifat mengatakan, "Jika kamu menemukan keterasingan dalam dirinya karena perbuatan dosa, maka segeralah tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Tak ada hati merasa tenteram dengan perbuatan dosa.
Keempat, keterasingan bukan hanya antara manusia dengan Allah, tetapi akibat perbuatan dosa dan maksiat itu, yang lebih berat juga akan mengasingkan pelakukanya dengan manusia lainnya terutama mereka yang melakukan kebajikan. Semakin terasa asing perasaan itu, maka semakin jauh hubungan antara mereka. Tidak mungkin orang yang ahli maksiat akan berkkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang selalu berbuat baik. Seperti minyak dengan air. Orang-orang yang melakukan maksiat dan dosa mendapatkan kutukan dan hukuman, sementara itu orang-orang yang melakukan perbuatan kebajikan akan selalu mendapatkan berkah dan pahala. Orang-orang ahli maksiat akan masuk ke dalam golongan ‘hizbusyaithon', sedangkan orang-orang yang selalu ta'at dan beramal sholeh sebagai ‘hizbullah', yang akan mendapatkan jaminan surga.
Kelima, orang yang suka melakukan maksiat dan dosa, hidupnya akan mengalami jalan buntu pada setiap urusannya. Sebagaimana orang-orang yang bertaqwa akan dimudahkan oleh Allah dalam segala urusannya. Bagaimana akan dapat menemukan pintu-pintu kebaikan, sementara dirinya menutup dengan perbuatan maksiat dan dosa,sehingga semua kemaslahatan menutup pintu terhadap dirinya.
Keenam, perbuatan maksiat dan dosa akan menimbulkan kegelapan hati. Kegelapan itu benar-benar nyata dalam hatinya, seperti melihat dan merasakan gelapnya malam. Hal ini karena sesungguhnya, ketaatan itu cahaya, sedangkan kemasiatan dan dosa itu kegelapan. Semakin banyak maksiat yang dilakukan, maka akan semakin gelap hati orang itu.
Akibatnya, orang-orang yang mengerjakan maksiat dan dosa itu, pasti akan jatuh ke dalam kekafiran, karena hatinya sudah terhijab (tertutup) oleh kemaksiaan, dan kebenaran (al-haq) tidak mungkin lagi dapat menyentuh hatinya.
Ketujuh, perbuatan maksiat dan dosa itu, juga akan melemahkan kekuatan hati. Orang yang banyak maksiat akan kehilangan iradah (kehendak) dan azzam (tekad) yang kuat, karena hatinya yang gelap akibat dosa itu, tak mungkin memiliki motivasi yang kuat. Orang yang banyak maksiat berefek kelemahan fisik, karena hatinya yang lemah.
Tapi, ada juga orang yang fasik (ahli maksiat), kelihatan fisiknya yang kuat, tetapi hakekatnya sangat lemah. Tidak akan memiliki saja'ah (keberanian), menanggung beban hidup. Seperti sudah dikisahkan dalam perang Salib, bagaimana orang-orang Romawi yang kelihatan pisiknya sangat kuat, tetapi dengan mudah dikalahkan orang-orang mukmin.
Kedelapan, orang yang melakukan maksiat itu, pasti akan kehilangan wala' (loyalitas) dan keta'atan kepada Allah Azza Wa Jalla. Perbuatan dosa dan maksiat itu, membuat mereka tak dapat berhubungan dengan Allah yang Mahasuci, dan menyebabkan terjauhkan dari hubungan dengan Allah Rabbul Alamin. Karena itu, orang-orang yang sudah terbelenggu dengan segala bentuk dosa dan maksiat, hidupnya pastti selalu ingkar kepada Allah Azza Wa Jalla.
Kesembilan, orang-orang yang hobinya berbuat maksiat, menyebabkan pendek umur.Risiko ini tak dapat lagi dihindari. Orang-orang yang gemar minum, berzina, dan melakukan segala bentuk perbuatan maksiat, akibatnya hanya akan memperpendek umurnya.
Kalau diberi umur yang panjang, tetapi hidup akan selalu tidak berkah, dan akan dihadapkan dengan segala bentuk malapetaka, karena semuanya itu dari akibat perbuatan yang menumpuk-numpuk dosa dan maksiat.
Sesungguhnya, rezeki, kematian, kebahagian, kesengsaraan, kesehatan, sakit, kekayaan, dan kefakiran, semua itu sudah menjadi takdir. Tapi Allah menjadikannya sebab kematian yang diakibatkan oleh perbuatan manusia.
Jadi takdir itu memang sebuah kemestian, tetapi Allah Rabbul Aziz memberikan hak kepada manusia untuk melakukan ikhtiar. "Berhala-hala itu benda mati, tidak bisa hidup". (An-Nahl : 21).
Manusia dikatakan hidup, bila hatinya masih hidup. Hati yang penuh dengan dosa dan maksiat akan mati, tidak dapat istijabah (menerima) kebaikan dan petunjuk dari Allah Ta'ala. Umur itu hanya rentang kehidupan manusia, yang bisa panjang dan pendek, semuanya Allah Azza Wa Jalla, yang menentukannya.
Tetapi, betapa celakanya, bila manusia memiliki rentang umur yang panjang, dan umurnya itu hanya digunakan untuk berbuat maksiat dan dosa, dan berpaling dari Allah, maka sesugguhnya manusia telah kehilangan hari-hari dari kehidupannya secara hakiki. "Ia mengatakan, Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) dalam hidupku ini". (Al-Fajr : 24).
Begitulah nasehat Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dalam kitabnya Al-Jawabu Kafi, agar manusia menjauhi dosa dan maksiat, karena perbuatan itu akan mencelakakan manusia di dunia dan akhirat. Wallahu'alam.

DIRGAHAYU TUANKU

Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah

Yang DiPertuan Agong ke - 14 

 

 Menjunjung Titah Mesyuarat Majlis Raja-Raja Melayu telah Melantik Duli Yang Maha Mulia Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah sebagai Yang Dipertuan Agong ke - 14.


Ini kali kedua Sultan Abdul Halim dipilih sebagai Yang di-Pertuan Agong selepas dipilih kali pertama pada 21 September 1970 untuk tempoh lima tahun yang berakhir pada 20 September 1975.

Mesyuarat khas Majlis Raja-Raja itu dipengerusikan Sultan Perak, Sultan Azlan Shah, dan dihadiri oleh semua Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja kecuali Sultan Pahang.

Pemilihan itu dilakukan mengikut peruntukan jadual Ketiga Perlembagaan Persekutuan.

Sultan Abdul Halim, diputerakan pada 28 Nov 1927 di Istana Anak Bukit, Alor Setar, Kedah. Baginda menaiki takhta pada 14 Julai, 1958 selepas kemangkatan ayahanda baginda, Sultan Badlishah.
Baginda yang juga lulusan ijazah Sains Sosial dan Pentadbiran Awam Wadham College Oxford United Kingdom, pernah menyertai Perkhidmatan Awam Negeri Kedah pada 1950-an.









Sementara itu, Sultan Kelantan, Sultan Muhammad V turut akan mengangkat sumpah bagi jawatan Timbalan Yang DiPertuan Agong pada hari yang sama.

 

 

Friday, December 9, 2011

AMALAN SUNAT SEMASA GERHANA



Menerusi sekian banyak hadis berkaitan gerhana, terdapat beberapa perkara sunat yang dianjurkan supaya dilakukan semasa kejadian gerhana. Di antaranya ialah:

Solat dan berdoa. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu melihat kedua-duanya (gerhana matahari dan bulan), maka dirikanlah solat dan berdoalah sehingga dihapuskan apa yang kamu hadapi”.

Berzikir dan beristighfar. Abu Musa berkata: “Telah berlaku gerhana matahari. Maka Rasulullah SAW berdiri dalam keadaan cemas kerana bimbang akan berlaku Kiamat. Lalu Baginda SAW tergesa-gesa pergi ke masjid dan solat dengan berdiri yang terlalu panjang serta rukuk dan sujud yang panjang, yang tidak pernah aku lihat Baginda SAW melakukan seperti itu.

Berlindung daripada azab kubur. Diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Setelah Nabi SAW selesai menyampaikan khutbah gerhana matahari, maka Baginda SAW memerintahkan para sahabat supaya memohon perlindungan dari azab kubur.”

Bersedekah. Sabda Rasulullah SAW: “Apabila kalian melihat gerhana, maka hendaklah kalian berdoa kepada Allah, mengerjakan solat dan bersedekah.”

Memerdekakan hamba. Asma’ ra berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW menyuruh memerdekakan hamba ketika berlaku gerhana matahari. “Dalam satu riwayat: “Gerhana bulan.”

Inilah sunnah Baginda SAW ketika berlakunya peristiwa gerhana bulan atau matahari.
Marilah bersama-sama kita menghidupkan sunnah Nabi kita SAW kerana inilah jalan hakiki menuju kesejahteraan di dunia dan akhirat. Tinggalkanlah sunnah ahli bidaah kerana inilah jalan yang membawa kecelakaan di dunia dan akhirat.

MOST EXPENSIVE IN THE WORLD: The most expensive car in the world

MOST EXPENSIVE IN THE WORLD: The most expensive car in the world: The most expensive car in the world Bugatti Veyron $1,700,000 The Bugatti Veyron 16.4 is the most powerful, most expensive, and ...