Tuesday, July 19, 2011

MARHABAN YA RAMADHAN

Ramadan akan menjelma lagi, musim ibadah yang menjanjikan rahmat dan keberkatan kepada orang yang berpuasa. Setiap detiknya mengandungi keampunan dan keberkatan. Kedatangannya dinanti oleh orang yang bertaqwa. Rasulullah SAW biasa berdoa bermaksud, ‘Ya Allah berkati kami dalam Rejab dan Sya’aban dan sampaikan kami Ramadhan.’ (Hadis riwayat at-Tabrani dan Ahmad). Apabila sampai Ramadhan para sahabat saling mengucapkan Ahlan wa sahlan ya Ramadhan’ bererti selamat datang Ramadhan!
Berpuasa Ramadhan bertujuan menambahkan Taqwa. Taqwa ialah kekuatan dalaman anugerah Allah untuk manusia berhadapan dengan fitnah hidup ini dengan selamat hingga ke akhirat. Kesannya mendalam hingga ke Ramadhan akan datang. Rasulullah telah menjanjikan kita dengan sabdanya, “Solat yang lima. Jumaat hingga Jumaat, dan Ramadhan hingga Ramadhan menghapuskan dosa-dosa yang di antaranya apabila (dengan syarat) dijauhi dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim),
Hati dibersihkan dari dosa dan nafsu dapat dijinakkan. Asalnya nafsu berguna untuk mengurus diri dan alam keliling. Dengan nafsu manusia sukakan kebersihan, keindahan. makan minum. dan berkeluarga hingga berkembang biak memenuhi bumi. Namun, nafsu mudah menjadi liar hingga membahayakan diri dan alam. Betapa kecantikan terjebak kepada kelucahan. Urusan makan minum menjadi perebutan harta dan takhta. Kesihatan, kekuatan dan kemudaan sering disalahgunakan hingga tergadai usia muda kerana lupa kepada Allah.
Berlapar penting untuk menjinakkan nafsu. Itu adalah peraturan Allah yang Maha Mengetahui. Apabila berpuasa mengikut sunnah Rasul SAW, hati Muslim menjadi lembut dan takut kepada azab Allah. Muslim lebih teliti dalam tindak tanduknya. Selain berlapar, berpuasa ialah menahan diri daripada perkara yang berdosa, tidak bermoral dan sia-sia. Berpuasa pada perut ialah tidak makan, berpuasa pada Iidah ialah tidak bercakap sia-sia atau mengumpat. Berpuasa telinga ialah tidak mendengar muzik rock dan perbuatan lucah. Berpuasa mata ialah tidak memandang yang berdosa seperti aurat, atau memandang seseorang dengan marah.
Nabi bersabda, “Bukanlah puasa itu semata-mata meninggalkan makan dan minum tetapi puasa ialah meninggalkan perbuatan sia-sia dan cakap kosong. Jika sesiapa dimaki atau diperbodoh oleh seseorang katakanlah;’Saya berpuasa, saya berpuasa”(Riwayat lbnu Khuzaimah dan lbnu Hibban).
Menurut hadith ini, orang yang berpuasa perlu kuat bersabar apabila dalam situasi genting atau bertelingkah. Disebutnya, ‘Saya berpuasa’ beberapa kali untuk mengingatkan diri agar tidak merosakkan pahala puasa. Puasa begitu penting dijadikan latihan mengubah sikap hingga Rasulullah mengingatkan kita, “Sesiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dan amalan sia-sia maka Allah tidak memerlukannya meninggalkan makan dan minumnya.” (Riwayat Bukhari).
Puasa Ramadhan menjanjikan perubahan bagi mereka yang mengisi masa dengan kebaikan dan ibadah. Kesemua amalan dibuat dengan penuh ilmu dan faham. Membaca al-Qur’an ialah membaca perintah dan hukum Allah. Tarawih ialah merehatkan hati dengan mendengar bacaan qari mengimami solat tarawih itu. Bertaubat ialah menyesali dosa dan ingin berubah menjadi taat. Beribadah pada Lailatul Qadar membawa keampunan dan kebajikan yang kekal seumpama seribu bulan. Beriktikaf ialah mengasingkan diri di dalam masjid dengan mengimbau kesalahan Iampau untuk membaiki diri dan umat. Zakat fitrah ialah tanda kesyukuran atas nikmat Allah yang melimpah, hingga ingin dikongsi kepada orang yang memerlukan.
Pada akhir Ramadhan, orang yang berpuasa mengikut adabnya akan menjadi orang baru kerana berjaya membuang segala kelemahan diri. Ramadhan di akhiri dengan kesedihan kerana berpisah dengan limpahan rahmat dan keampunan Allah. Alangkah gembiranya jika Ramadhan itu sepanjang tahun. Dari Abi Mas’ud Al-Ghifari r.a, katanya,’Rasulullah SAW bersabda;’Jikalau para hamba itu mengetahui apa dia Ramadhan,nescaya umatku berangan agar setahun itu kesemuanya Ramadhan.’ (Riwayat Ibnu Khuzaimah).

TQ 2 HALUAN: http://www.haluan.org.my

MARHABAN YA RAMADHAN

Friday, July 8, 2011

13 SIFAT LELAKI YANG TIDAK DSUKAI OLEH PEREMPUAN




Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi


Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.


Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”

Kedua, Kasar

 
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

Ketiga, Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

Keempat, Tertutup


Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

Kelima, Plinplan


Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Keenam, Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

Ketujuh, Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Kedelapan, Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

Kesembilan, Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak


Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Kesebelas, Menang Sendiri


Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

Keduabelas, Jarang Komunikasi


Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam


Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan
 

Tuesday, July 5, 2011

SYAABAN

Syaaban

Syaaban adalah bulan Rasulullah s.a.w. Bersabda baginda yang maksudnya, " Dinamakan dengan Syaaban (berserak-serak) itu adalah kerana di dalamnya terdapat banyak kebajikan yang berserak-serak"

Antara kelebihan di bulan Syaaban :

  1. Setiap amalan kebajikan akan digandakan oleh Allah dengan 700 kali ganda
  2. Allah akan menurunkan rahmatNya serta memberikan pengampunan umum kepada hambanya
  3. Sesiapa yang berpuasa 3 hari di awal, pertengahan dan akhirnya maka Allah akan menuliskan baginya pahala 70 orang nabi-nabi, pahala beribadat selama 70 tahun dan jika ia meninggal pada tahun itu maka ia akan mendapat pahala mati syahid
  4. Kelebihan malam nifsu Syaaban pula ialah sesiapa yang bangun mendirikan solat sunat dan menghidupkan malam itu dengan banyak berdoa, berzikir, berselawat, bertasbih, membaca Al Quran dan sebagainya maka Allah akan membukakan untuknya 300 pintu rahmat disamping doanya tidak akan ditolak
  5. Orang-orang yang tidak diampunkan oleh Allah pada malam nifsu Syaaban ialah mereka yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, tukang sihir, tukang nujum, mereka yang suka bermusuhan, peminum arak, penzina, pemakan riba, derhaka terhadap ibu bapa, pembuat fitnah dan mereka yang memutuskan tali silaturrahim.
carilah keredhaan Allah selagi kita masih diberi peluang olehNya untuk bernafas di dunia yang sementara ini...

30 POINTS ON HOW TO IMPROVE YOUR LIFE

Personality:
1. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about.
2. Don't have negative thoughts of things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment
3. Don't over do; keep your limits
4. Don't take yourself so seriously; no one else does
5. Don't waste your precious energy on gossip
6. Dream more while you are awake
7. Envy is a waste of time. You already have all you need..
8. Forget issues of the past. Don't remind your partner of his/her mistakes of the past. That will ruin your present happiness.
9. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
10. Make peace with your past so it won't spoil the present
11. No one is in charge of your happiness except you
12. Realize that life is a school and you are here to learn.
Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
13. Smile and laugh more
14. You don't have to win every argument. Agree to disagree.

Community:
15. Call your family often
16. Each day give something good to others
17. Forgive everyone for everything
18. Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6
19. Try to make at least three people smile each day
20. What other people think of you is none of your business
21. Your job will not take care of you when you are sick. Your family and friends will. Stay in touch.

Life:
22. Put GOD first in anything and everything that you think, say and do.
23. GOD heals everything
24. Do the right things
25. However good or bad a situation is, it will change
26. No matter how you feel, get up, dress up and show up
27. The best is yet to come
28. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful
29. When you awake alive in the morning, thank GOD for it
30. If you know GOD you will always be happy. So, be happy.

While you practice all of the above, share this knowledge with the people you love, people you school with,
people you play with, people you work with and people you live with.
Not only will it enrich YOUR life, but also that of those around you.

HOW TO IMPROVE YOUR LIFE

Purpose of life

  1. Don’t compare your life to others.
  2. Don’t have negative thoughts of things you cannot control.
  3. Don’t over do; keep your limits
  4. Don’t waste your precious energy on gossip
  5. Don’t take yourself so seriously; no one else does

  1. Dream more while you are awake
  2. Envy is a waste of time.
  3. Forget issues of the past.
  4. Life is too short to waste time hating anyone.
  5. Make peace with your past so it won’t spoil the present

Monday, June 13, 2011

KELEBIHAN BULAN REJAB



Diriwayatkan bahawa Nabi SAW telah bersabda:
“Ketahuilah bahawa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:

Barangsipa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keredhaan yang besar dari ALLAH SWT.

Barangsiapa yang berpuasa dua hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT.

Barangsiapa berpuasa tiga hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH akan menyelamatkannya dari bahaya dunia, seksa akhirat, dari terkena penyakit gila, penyakit putih-putih di kulit badan yang menyebabkan sangat gatal dan diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal.

Barangsiapa berpuasa tujuh hari dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam.

Barangsiapa berpuasa lapan hari dalam bulan Rajab, maka dibukakan lapan pintu syurga baginya.

Barangsiapa yang berpuasa lima hari dalam bulan Rajab, permintaannya akan dikabulkan oleh ALLAH SWT.

Barangsiapa berpuasa lima belas hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barangsiapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.

Sabda Rasulullah SAW: “Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya Jibril as: “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?”
Berkata Jibril as: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rajab.”
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita:
“Ketika kami berjalan bersam-sama Nabi SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Baginda menangis dengan amat sedih, kemudian baginda berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah SAW, mengapakan anda menangis?”
Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Tsauban, mereka itu sedang diseksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan seksa ke atas mereka.”
Sabda Rasulullah SAW lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mahu berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam sahaja di bulan Rajab nescaya mereka tidak akan diseksa dalam kubur.”
Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah SAW, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari seksa kubur?”
Sabda Rasulullah SAW: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun.”
Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku.”
“Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka.”

KELEBIHAN BULAN REJAB

Beberapa hadis lagi Rasulullah saw menunjukkan kelebihan bulan rejab:
1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab, nescaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
2. Bulan Rejab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
3. Kemuliaan Rejab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya, dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
4. Puasa sehari dalam bulan Rejab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus). Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
5. Puasa 3 hari pada bulan Rejab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).
6. Puasa 7 hari pada bulan Rejab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
7. Puasa 16 hari pada bulan Rejab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.
8. Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran ke atas semua kalam (perkataan).
9. Puasa sehari dalam bulan Rejab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.
10. Bulan Rejab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rejab, wajib bagi yang berpuasa itu:
a. Diampunkan dosa-dosanya yang lalu.
b. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.
c. Terlepas daripada dahaga di akhirat.
 11. Puasa pada awal Rejab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.
 12. Siapa bersedekah dalam bulan Rejab, seperti bersedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjah, dihapus seribu kejahatan.